Blog Archives

Merapi Perubahan

Merapi mulai melakukan revolusi diri untuk menandai perubahan-perubahan radikal d Indonesia.
Siklus 5 Millenium hampir tiba di titik simpulnya 
Suara-suara masa silam bangkit dari kuburnya
Ramalan Sabda Palon Naya Genggong akan semakin nyata
Perubahan itu jelas di depan mata

Operasi sunyi di mulai
Memberi warning nyata kepada manusia
Tentara langit dan bumi sedang bekerjasama
ndandani kerusakan yang di akibatkan oleh manusia-manusia pendusta

Dan silahkan saja bagi engkau siapa saja yang masih tertawa-tawa
Dan tidak mau menyadari kemungkinan pergantian
Silahkan sibuk dengan perhitungan 2014
Dan jangan salahkan bila engkau akan tergilas

Engkau hanya sebut bencana
Tanpa kita ingat bahwa kita punya banyak dosa
Kita hanya mengutuk kejamnya Tuhan
Dan alpa tentang kenikmatan yang di berikan

Merapi, laharmu akan memberi jalan bagi kehidupan baru
Asapmu akan memurnikan kembali atmosfer yang terkontaminasi nafsu manusia
Merapi, dentuman itu akan membungkam suara-suara picik penguasa
Merapi, akan menyatukan duka seluruh rakyat Indonesia
Untuk bekal kebangkitan masa depan kita

Merapi, 18 Nov 13
Gilang Prayoga
image

Aliran Serayu

by : Sulis Priyono

 

Sungai Serayu melagukan riakan air di musim hujan

Sama dengan puluhan tahun silam ketika dua insan berjanji untuk  berdo’a bersama agar dipersatuan

Meraka masih hafal lafal syair-syair yang dipahat di bebatuan senja itu

Mereka masih tersengat mentari  yang terbit di masa silam

dan mereka masih menggigil karena dinginnya pagi berkabut

Hujan menyadarkan langkah mereka

Di antara terangnya kilat…

terdengar :

“Ini bukan sebuah napaktilas cinta, karena kalian mempunyai dunia yang berbeda” kata batara Indra pada anaknya,  Dewi Tara.

Dewi tara hanya menunduk meneteskan air mata.

Dia harus menerima takdir dianugerahkan kepada Prabu Sugriwa, raja kera kerajaan Goa Kiskenda.

Terasa Kejam. Jahat. Sadis!!!

Batara Indra pengusa Hapsari di Keindraan pun harus mengikuti garis walau hatinya teriris

Air hujan menyamarkan air mata……

yang mengalir deras bersama arus Serayu

Karena hidup harus berlanjut,  Tara bangkit.

Dan berlari

Desember  ’12  di negri bidadari

 

sumber :

Angin Dari Gunung

Sejauh mataku memandang, sejauh aku memikir, tak sebuah jua pun mengada. Semuanya mengabur, seperti semua tak pernah ada. Tapi angin dari gunung itu berembus juga. Dan seperti angin itu juga semuanya lewat tiada berkesan. Dan aku merasa diriku tiada. Dan dia berkata lagi. Lebih lemah kini, “Kau punya istri sekarang, anak juga. Kau berbahagia tentu.”

“Aku sendiri sedang bertanya.”

“Tentu. Karena tiap orang tak tahu kebahagiaannya. Orang cuma tahu kesukarannya saja.”

Dan dia diam lagi. Kami diam. Angin dari gunung datang lagi menerpa mukaku. Dan kemudian dia berkata lagi. “Sudah lima tahun, ya? Ya. Lima tahun kawin dan punya anak.”

Aku masih tinggal dalam diamku. Aku kira dia bicara lagi.

“Kau cinta pada istrimu tentu.”

“Anakku sudah dua.”

“Ya. Sudah dua. Kau tentu sayang pada mereka. Mereka juga tentunya. Dan kau tentu bahagia.”

Dia berhenti lagi. Lalang yang ditiup angin bergelombang menuju kami. Lalu angin menerpa mukaku lagi. Dan aku merasa ketiadaanku pula. Angin pergi. Read the rest of this entry

Konsistensi : Sebuah formulasi masa depan

Konsisten itu muatan ketetapan hati
Prinsip hidup yang menjaga kita

Kalau kita berbicara tentang hal konsistensi di semua aspek kehidupan kita, jawaban umum yang sering kita terima adalah berbagai keluhan, nada-nada menggeremang, suara-suara apatis dan sedikit nyinyir. Konsistensi dijadikan bahan wacana, bahan keilmiahan di ruang-ruang simposium, materi dalam presentasi para pakar psikologi bahkan muncul dalam nasihat kuno orang tua dalam menasihati anak-anaknya sebagai salah satu landasan awal menuju kesuksesan masa depan meskipun itu hanya terbatas dalam rumbaian kata-kata bijak saja. Meskipun implementasi dalam kehidupan dipastikan seringkali kita mengalami kegagalan menerjemahkannya dalam hidup kita. Apa makna, inti, metoda dan arti dari konsistensi. Para pakar psikologi, para pengembang dan peneliti tingkah laku manusia, staff HRD, Kyai, Pendeta, guru-guru di jaman modern ini dengan gampang akan memberikan definisi yang gamblang kepada anda. Atau bahkan anda tidak pernah butuh analisa dan keterangan dari mereka, karena anda sendiri sebenarnya mengetahui apa itu arti konsistensi. Namun, kita ketahui bersama, sungguh bagai menegakkan benang basah dalam menerapkan hal ini dalam diri kita. Meskipun kesulitan itu tidak sama dan searti dengan tidak mungkin.
Manusia mempunyai kecenderungan psikologis dari SonoNya yang memang sudah menjadi naluri untuk selalu bergerak dinamis. Dinamis dapat diartikan dengan dengan suatu gerak perubahan untuk menyesuaikan dengan keadaan dan kondisi sekitar. Hal tersebutlah yang menjadikan manusia dari zaman purba sampai jaman reformasi infomasi yang gegap gempita ini untuk selalu bertahan dari keadaan dan tekanan yang dihadapinya untuk menciptakan penemuan-penemuan dan perubahan-perubahan dalam hidup manusia itu sendiri. Read the rest of this entry