Category Archives: Rumah Pemberdayan

Lowongan SDM PKH Kemensos 2017

*Rekrutmen SDM PKH*

Sampai tahun 2017 jumlah SDM PKH sebanyak 25.012 orang

Dalam rangka perluasan PKH dari 6 juta menuju 10 juta KPM tahun 2018 diperlukan 16.092 orang antara lain :
– Pendamping sosial sebanyak 14.227 orang
– Pekerja Sosial Supervisor sebanyak 877 orang
– Administrator Database 607 orang
– Asisten Pendamping 172 orang bagi TKSK.
Ketiga jabatan tersebut diumumkan melalui Website https://www.kemsos.go.id sejak tgl 7 Oktober 2018. Adapun pendaftaran menggunakan aplikasi berbasis android dengan nama “Seleksi SDM PKH Tahun 2018” mulai tanggal 9 Oktober 2017 Jam 00:00 WIB.

Selain itu juga akan direkrut
– Koordinator kab/kota sebanyak 193 orang
– Koordinator wilayah sebanyak 9 orang
– Koordinator Regional sebanyak 7 orang

Persyaratan untuk Pendamping Sosial pendidikan terendah Diploma IV/ S1 rumpun Ilmu2 Sosial, diutamakan jurusan Pekerjaan Sosial/Ilmu Kesejahteraan Sosial.

Persyaratan untuk Pekerja Sosial Supervisor hanya untuk pendidikan terendah Diploma IV/ S1 Ilmu Pekerjaan Sosial/ Ilmu Kesejahteraan Sosial.

Pekerja Sosial Supervisor PKH merupakan inisiatif baru untuk memastikan pelaksanaan Family Development Session berkualitas sesuai dengan prinsip-prinsip praktek Pekerjaan Sosial bersama Keluarga dan Anak (Social Work with Family and Children). Selain itu mempunyai tugas merespon pengaduan masyarakat dan Cases Management termasuk konseling keluarga.

Pada saat rekrutmen tahun 2016 pendamping PKH dengan latar belakang pendidikan Pekerjaan Sosial terpilih 3679 orang dari 8700 pendamping baru yang sudah bekerja di seluruh Indonesia.

Jenjang karir fungsional dalam PKH selain menjadi Supervisor, bisa menjadi Koordinator Kabupaten/Kota, Kordinator Wilayah, Koordinator Regional dan Tenaga Ahli Pekerjaan Sosial.

Iklan

Amplop Kering Kang Ahmad

DSC_0019Kang Ahmad sedang pusing kepala. Seharian dia duduk bengong saja sambil menghabiskan berbatang-batang rokok yang di dapatnya dari tetangga yang kemarin siang meminta bantuannya memanjatkan kelapa.

Sebenarnya dia termasuk orang yang ga gampang pusing. Gak gampang khawatir, apalagi gampang masuk angin. Ndablek kata orang Jawa. Apalagi dengan soal-soal yang terkait dengan dirinya sendiri. Dia merasa tidak ada yang di perjuangkan untuk dirinya sendiri. Dia buta terhadap pemenuhan ego-ego pribadi. Hidupnya sudah di sedekahkan kepada masyarakat.

Karena dari itu kalau untuk masalah sosial, kepentingan-kepentingan umum, kebutuhan tetangga, sahabat atau kerabat, ia sangat bisa pusing kepala memikirkannya. Lebih pusing daripada umpamanya dia tidak punya uang untuk beli soto.

Ceritanya ia, jelek-jeleknya di angkat sebagai kader pemberdayaan oleh Pak Kades dengan dari rapat musyawarah dengan masyarakat. Soalnya bukan apa-apa, bukan sebab Kang Ahmad ini orang yang paling qualified, paling tinggi ijasahnya atau paling berpengalaman dalam bidang peningkatan pemberdayaan masyarakat, namun pilihannya adalah pragmatis: “karena tidak ada orang lain yang mau menjadi kader”. Read the rest of this entry