Monthly Archives: March 2014

Memilih Tidak Memilih

270712-nasional1Sepanjang beberapa hari terakhir ini saya di perkenankan untuk di pertemukan dengan sekelompok masyarakat kecil di desa. Riuh rendah kami bercerita. Ngalor ngidul tema ceritanya. Tetapi selalu saja ada hal-hal unik dan menarik serta hikmah-hikmah yang di ambil dari pergaulan dengan wong cilik itu. Wong Cilik yang selama ini di lingkupi dengan stigma kebodohan, keluguan, ketertinggalan peradaban serta di jadikan objek pembangunan dari penguasan yang silih berganti namun wong cilik juga ternyata dapat memandang dari sorot matanya persoalan dengan sederhana, lugas, namun menyiratkan kepolosan dan kejujuran.

Tahun 2014 ini di negeri kami sedang hangat dan bersiap untuk menyambut pesta demokrasi lima tahunan. Tahun politik kalau kata intelektual yang sering mereka lihat di televisi. Dan sadar mereka adalah warga negara yang baik maka mereka juga turut serta asyik ikut mendiskusikan, mempergunjingkan, menganalisis bagaikan para pakar politik atau mereka-reka, otak-atik gatuk, meramalkan bagai paranormal modern di warung-watung kopi, di gardu poskamling, atau di tempat ojek pengkolan jalan.

Mereka riuh memperbincangkan konstelasi politik dari nasional sampai daerah dan dusun mereka masing-masing. Mulai dari siapa presidennya yangn cocok menggantikan SBY. Partai manakah yang akan memenangkan pemilu 2014. Siapakah caleg DPR/DPRD yang akan mereka pilih. Sampai dengan isu-isu mutakhir seperti gugatan pemilu serentak oleh Yusril ke MK, apakah benar tahun 2014 nanti tidak akan ada Pemilu. kasus korupsi Hambalang yang di duga sampai ke istana, sampai masalah ustad hariri yang menghebohkan itu. Read the rest of this entry