Monthly Archives: Agustus 2013

Anak Muda, Engkau dimana?

image

Dalam dunia anak muda rata-rata telah berkembang secara amat meyakinkan bahwa tren pergaulan di diantara mereka di indikatori oleh cara pandang yang menempatkan pengakuan kebanggaan menjadi tolak ukurnya. Kebanggaan itu bisa lahir dari suasana rasa pencarian ekspresi kreatif belaka, namun juga bisa melebar untuk memperlihatkan eksistensial pribadi di tengah lingkungan sosialnya.
Read the rest of this entry

Iklan

Kesombongan Yang Menegasikan Tuhan

Mungkin salah satu alasan kenapa Tuhan sangat membenci para manusia sombong, adalah karena manusia yang memakai pakaian kesombongan itu relatif menegasikan atau menghilangkan Tuhan dari unsur hidup mereka. Jangankan Tuhan, kita saja kalau tidak di anggap atau tidak di libatkan dalam suatu hal dalam urusan yang menyangkut tentang diri kita, di singkirkan atau di tiadakan oleh manusia lain maka sudah mangkelnya bukan main. Padahal sejatinya kita tidak memiliki saham dan juga otoritas apapun kepada selain di luar diri kita untuk agar kita di libatkan dalam segala persentuhan antar manusia kecuali karena tanggung jawab kebersamaan dan cinta kasih sosial belaka. Apalagi sampai sejauh untuk mengatur-atur dan memerintah secara sangat feodalistik kepada sesama.

Namun bila Tuhan kan pemilik alam semesta, pencipta segala makhluk, penumbuh dan penggerak ekosistem dunia. Dan bahkan seluruh metabolisme hidup kita tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Rambut kita bisa memanjang, mata kita di ciptakan sudah langsung bisa melihat, telinga kita, gigi kita yang bisa tidak terus tumbuh membesar sedangkan kuku kita tidak berhenti tumbuh. Begitu kok mau bersikap sombong, adigang-adigung, meremehkan orang ataupun memperhinakan orang. Tahu begitu kok mau sok bersikap mandiri, tidak butuh bantuan orang lain, tidak mau menyambung silaturahmi, tidak membangun kebaikan sesama. Bagaimana tidak murkanya sampai Beliau tidak kita libatkan dan kita singkirkan dari hidup kita, karena kita merasa dan menganggap bahwa kita cukup kuat dan cukup mandiri atas diri sendiri untuk mengatasi bermacam persoalan kita. Alih-alih malah kita sendiri yang jadi menambah persoalan. Read the rest of this entry