ME-RAMADHAN-KAN KEHIDUPAN

Ketika Momentum Ramadhan tiba sering kita dengar dari para orang tua, ustad, alim ulama, dan dari siapa pun saja bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Bulan yang penuh rahmat dan barokah ini tentunya tidak hanya dapat kita gali dari perspektif spiritual keagamaan saja namun juga dapat kita pandang dari sudut sosial kemasyarakatan, nuansa budaya serta dampak ekonominya.

Kita ambil dahulu dari sudut budaya. Ketika memasuki bulan Ramadhan, budaya islami membanjiri segala lini hidup kita dari iklan di televisi, sinetron, lawak, musik sampai diskusi-diskusi keagamaan, pengajian yang kurang laku di luar bulan Ramadhan menjadi sangat laris. Dan tiba-tiba seluruhnya menjadi terlihat sangat alim dan islami dengan mengenakan asesoris, ornamen yang islami berupa kopiah, sarung, sajadah, kurma dll. Atau sekurang-kurangnya produk budaya yang indikatif islam. Tentunya ini merupakan sesuatu hal yang positif dan menggembirakan.

Dari sudut ekonomi, bulan Ramadhan telah memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan akses ekonomi masyarakat. Para pedagang baik dari yang skala nasional sampai pedagang kaki lima, dagangannya menjadi laris semua. Para karyawan bersemangat kerja karena akan mendapatkan THR. Dan berjenis-jenis profesi apapun mendapatkan hasil yang lebih. Sehingga menciptakan kegembiraan massal. Di mana-mana orang terlihat ramah, murah senyum dan santun.

Sekarang pertanyaannya adalah apakah kita dapat menciptakan nuansa seperti itu di luar Ramadhan? Maka sesungguhnya secara nyata Ramadhan ini menyimpan hikmah luar biasa yang dapat kita gali untuk kita terapkan dalam berbagai segmen kehidupan kita baik secara pribadi, keluarga, bangsa dan negara.  Rahmat dan berkah Allah menaburi kehidupan dengan intensitas yang “melebihi” bulan-bulan lain.

Selain berkah ada juga idiom lain yang sering kita sebut yaitu rahmat. Definisi rahmat tentu berbeda dengan barokah. Kalau rahmat adalah limpahan kasih sayang yang di berikan Tuhan kepada semua makhluknya tanpa pandang bulu apakah dia beriman atau tidak. Sederhananya, setiap manusia pasti mendapatkan rahmat. Entah dia perampok, entah dia guru, entah dia tukang tojek semuanya di ijinkan oleh Tuhan bisa menikmati pedasnya sambal, manisnya madu, dan segarnya buah-buahan atau apapun kenikmatan dunia.  Namun bila barokah adalah rahmat Tuhan yang telah di olah dengan kesadaran ketaatan terhadap Tuhan dan di dayagunakan sesuai fitrahnya agar rahmat tuhan itu menjadi berkah bagi seluruh alam. Jadi meskipun sama-sama dapat menikmati segarnya buah durian, tapi bagi orang yang yang beriman buah durian itu telah sampai pada dirinya dari proses yang halal dan dapat memberikan kemaslahatan bagi banyak orang.

Sekarang kita zoom in dalam melihat riuh rendah keasyikan kita di sepanjang bulan Ramadhan dalam kultur budaya modern kita. Bila kita pandang, kita tentunya akan berdecak kagum dan bersyukur bahwa semua lapisan masyarakat bersuka-cita menyambut Ramadhan karena terbukti Ramadhan telah memberikan kemanfaatan yang luar biasa dalam kehidupan kita. Bukan seperti program pemerintah, yang katanya untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, namun sampai di masyarakat malah banyak menciptakan kesenjangan yang ekstrim.

Andai segala konseptual, filosofis, visi, dan hikmah bulan Ramadhan ini bisa kita terapkan secara kontinyu, tentu akan memberikan apa yang di nyatakan dalam Islam sebagai Rahmatan Lil lamin. Dan di bulan Ramadhan, yang sesungguhnya adalah bulan training bagi kita selama 1 bulan untuk agar pada saat kita menjalani sebelas bulan berikutnya kita telah dapat menginternalisasikan prinsip-prinsip Ramadhan dalam budaya hidup kita. Sehingga kita dapat menciptakan Ramadhan kehidupan sepanjang tahun yang dapat memberi berkah bagi semuanya.

Gilang Prayoga

Bobotsari, 10 Juli 2013

About Gilang Prayoga

Kadang detak kehidupan tak sempat terekam Kadang sebuah pemikiran datang dan tak sempat terealisasikan. Hanya sedikit catatan tentang kehidupan

Posted on 10 July 2013, in Kolom Esai and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: