Menjinakkan Teknologi

dampak negatif internetSungguh luar biasa kemajuan teknologi informasi hari ini. Dimana-mana orang terlihat tidak hanya cukup membawa ponsel belaka, namun juga sudah di tambah dengan tablet, phablet, notebook, netbook yang di kantungi sekaligus. Itupun kadang masih ditambah dengan beberapa asesoris pendukungnya. Power bank, charger semua di usung menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita.

Bila sejak jaman baheula telah populer di kalangan anak muda dengan istilah “Aku tanpamu butiran debu..”, yang di maksudkan –mu- di situ sekarang sudah bukan lagi tentang seorang pacar, kekasih gelap atau siapapun yang menguras hati dan energi kita, namun bagi orang-orang tertentu telah di gantikan dengan kecintaan mendalam kepada gadget teknologi mutakhir. Bahkan ada istilah “lebih sakit kehilangan gadget daripada di putusin pacar…!!”

Bila di tanyakan kepada para gadget freak,”buat apa sih Smartphone sebegitu banyak,” Jawabannya beragam. “Satu untuk relasi bisnis di pekerjaan, yang lain untuk sahabat lama, sebiji buat keluarga dan sebuah lagi untuk pribadi. Tentunya tidak usah kita perpanjang, bahwa yang pribadi itu akan di gunakan untuk selingkuhan atau yang sejenisnya.

Ada teman lain yang menjawab, bahwa memliliki gadget yang bejibun itu memiliki beberapa alasan khusus. Salah satunya adalah agar tidak di pandang ketinggalan zaman, gaptek atawa buta teknologi. Fitur fungsionalitas gadget telah menjadi nomor sekian karena yang terpenting adalah bagaimana saya bisa nggaya dengan seperangkat elektronik yang paling modern itu.

Tentu hal itu hanya anekdot saja, yang tidak lantas kita telan begitu saja. Namun demikian setidaknya bisa kita pahami dan renungi bahwa hal tersebut telah menegaskan bahwa tidak bisa kita pungkiri sudah terjadi pergeseran pola sosial dalam kemasyarakatan kita semenjak teknologi ini mengisi hidup kita.

***

Perkembangan teknologi mengalami lompatan dahsyat. Percepatan informasi menjadi senjata untuk menjebol sekat-sekat wilayah, negara, ras, suku dlsb. Gelombang perubahan yang mengubah wajah perilaku manusia itu sendiri. Manusia semakin tidak bisa lepas dari yang namanya teknologi. Tawaran teknologi itu semakin hari semakin menggiurkan untuk di cicipi.

Begitu banyak manfaat yang menyertai teknologi. Dengan teknologi kita bisa meringankan beban kerja kita dengan komputer, internet. Dengan teknologi kita bisa menikmati film yang menegangkan dan mengaduk-aduk emosi kita. Dengan teknologi kita bisa menjangkau wilayah yang jauh dari tempat tinggal kita. Dengan teknologi kita bisa membangun relasi bisnis, pertemanan yang luas di seluruh dunia. Dengan teknologi kita juga bisa mendapatkan hiburan gratis.

Namun betulkah teknologi hanya memberikan manfaat belaka?

Akhir-akhir ini telah banyak penelitian dari pakar sarjana tentang dampak buruk penggunaan teknologi yang berlebihan. Semakin lama, banyak manusia yang mengeluhkan bahwa dengan teknologi malah menjauhkan yang dekat. Manusia jadi semakin sakit-sakitan karena olah tubuhnya macet berfungsi karena kebanyakan menatap layar smartphone atau laptop saja dan tidak menggerakkan tubuh kita sesuai natur alam. Muncul banyak kasus penyakit aneh yang di sebabkan teknologi. Bahkan ada yang harus sampai di obati psikiater karena hidupnya sudah sangat kecanduan teknologi. Bahkan yang lebih memedihkan hati, muncul banyak kasus pelanggaran kriminal dan penyimpangan gara-gara hanya ingin memiliki teknologi.

Teknologi merupakan salah satu produk yang bila kita sadari dan pahami secara berpikir yang lebih luas, menyimpan bom waktu bagi hidup kita. Kita yang di ombang-ambingkan dengan teknologi telah semakin menjauhkan dari kemurnian hidup manusia. Kita ini bangsa Indonesia bagai seperti orang pedalaman di gua-gua yang takjub dan terpesona dengan teknologi. Dan kita berbondong-bondong mengejarnya dengan mengupayakan segala daya upaya untuk mendapatkan dan perlahan-lahan tersentak kaget karena ternyata setelah memiliki teknologi kita bagai di perkuda.

Kita menjadi tidak bisa lepas barang sejengkal detikpun. Ketika bangun tidur yang kita cari bukan istri kita, namun pertama adalah blackberry kita. Kita bisa dalam sebuah arena perbincangan reuni SMA, namun mata kita tidak lepas membalas cat dari teman nun jauh di sana. Kita bisa berubah menjadi manusia yang uring-uringan gara-gara akses internet kita menjadi lambat, dan tak jarang kita terbiasa marah-marah apabila smarphone android kita menjadi lag, nge-hang karena kebanyakan jejalan aplikasi.

Teknologi yang harusnya meningkatkan kualitas hidup kita baik secara lahiriah maupun secara rohaniah, yang tidak di sikapi dan di jinakkan oleh kemampuan dan cara kita memperlakukan teknologi terkadang malah akan menjadi bumerang sendiri.

Mungkin benar kata orang bijak tua, bahwa segala hal di dunia ini bila melebihi batas akan menimbulkan celaka. Jangankan teknologi, bahkan nasipun ketika kita makan dengan melebihi kapasitas perut kita juga bisa mengancam jiwa kita.[]

Gilang Prayoga

Bobotsari, 20 Mei 2013

About Gilang Prayoga

Kadang detak kehidupan tak sempat terekam Kadang sebuah pemikiran datang dan tak sempat terealisasikan. Hanya sedikit catatan tentang kehidupan

Posted on 20 May 2013, in Kolom Esai. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: