Terus Berjalan

8-manfaat-berjalan-kaki

Sungguh tidak mudah menghadapi hidup ini. Terkadang dalam situasi dan momentum tertentu ternyata  segala hal itu tidak berjalan dengan harapan itu sendiri. Boleh kita telah merancang dengan berbagai analisis ataupun dari teori dari pakar manapun, namun kita tidak boleh sombong bahwa itu semua masih hanya sebatas perkiraan, persangkaan, kira-kira yang sangat spekulatif.

Tidak usah yang rumit-rumit dulu. Hari ini anda menginginkan akan makan ayam goreng KFC, dan anda telah merancang dengan baik schedule-nya sehari sebelum hari- H nya. Agenda itu telah anda susun dan rencanakan jam berapa, tempatnya mau di mana, nomor kursinya berapa, dengan siapa yang nanti akan anda traktir. Namun ternyata dua jam sebelum agenda itu terlaksana, bisa jadi dompet anda di copet dan batallah semua yang telah anda rencanakan.

Sering dari kita mengalami kejadian seperti itu di berbagai momentum, ruang dan waktu yang berbeda namun substansinya adalah sama. Anda boleh menanam padi dengan sungguh-sungguh, namun panen padi bisa saja gagal oleh suatu hal. Suatu hal ini menjadi kesadaran batin dalam diri kita, bahwa ada otoritas yang lebih tinggi yang menguasai kita. Kesadaran semacam itu, bisa menjadi pengingat bahwa suatu kebodohan kalau kita berlagak sombong dan mandiri dalam mengatasi problem kehidupan kita.

Boleh para konsultan perencanaan, psikolog, pakar-pakar motivasi, guru, politisi, pejabat negara, dlsb selalu tak lelah mendorong kita untuk mempunyai mimpi-mimpi jangka panjang yang ingin kita wujudkan. Agar kita bisa mempunyai motivasi untuk mencapai suatu keadaan yang seperti kita idam-idamkan di masa lampu.

Tidak ada yang salah dalam advise yang demikian. Yang salah, adalah ketika mimpi yang tak lebih menjadi motivasi namun dalam prakteknya menjadi liar dan menjadi obsesi pribadi. Kekuatan dan ketangguhan mental memang perlu di miliki untuk mendorong motivasi intrinsik kita, namun perlu di waspadai bahwa itu juga terkadang tercampur dengan penurutan Free Will atau kehendak untuk menuruti suatu kecenderungan hawa nafsu.

Dan tidak perlu kita kutuk-kutuk siapa saja yang memberikan harapan, mimpi, dan saran tentang masa depan bagi kita. Bahkan ada pepatah yang menyebutkan “mimpi masa depan ada di tangan kita”. Pepatah itu tentunya bila salah kita persepsikan dengan pemahaman bahwa kita manusia punya kemampuan merancang masa depan sendiri, akan mudah menyebabkan kita tergelincir ke kubangan kesombongan. Namun bila kita pahami bahwa manusia itu sesungguhnya tidak punya kuasa apapun saja untuk menggambar masa depannya sendiri, akan menciptakan kita menjadi manusia yang mawas diri.

Jangankan nasib kita 25 tahun, 10 tahun mendatang. Bahkan apa yang kita pikirkan 5 menit mendatang saja kita tidak bisa mengaturnya. Satu jam lagi nanti kita ketemu siapa, dan di mana saja kita tidak mampu menjawabnya. Kok kita seperti itu mau berlagak hanya dengan mengandalkan otak dan teknologi mutakhir yang kita capai sekarang ini.

Dengan demikian, salah satu pendidikan peradaban umat manusia saat ini harus mau tidak mau mengimbangi kemajuan modernisasi manusia dalam menciptakan berbagai penemuan-penemuan yang menakjubkan dengan ilmu sederhana yaitu kerendahan hati. Bahwa ada hal di alam ini yang ilmu manusia mustahil untuk mengatasinya kecuali dengan pertolongan Tuhan.

Bila dalam kitab suci kita di ingatkan, bahwa “hidup itu di perjalankan di malam hari”. Malam hari di asosiasikan sebagai kegelapan, ketidaktahuan, kebutaan mata memandang. Sehingga kita perlu sebuah “cahaya” yang mampu menuntun kita menembusnya pekatnya malam. Cahaya itu bisa anda cari melalui bangku kuliah, ilmu pengetahuan, wisdom , budayawan, cendekiawan, kiai, dosen, atau jenis manusia yang berilmu lain atau langsung minta petunjuk dari Tuhan.

Perjalanan malam yang gelap gulita, akan melewati puncak suhu dingin yang ekstrim ketika memasuki tengah malam dan perlahan mengendap untuk mendapatkan esok pagi kembali yang di penuhi cahaya matahari. Tugas kita hanya sederhana. Mampukah kita melewati malam kehidupan ini dan sampai berujung di “mentari esok pagi” kembali ataukah kita berjalan di malam dan tersesat di dalamnya.

Gilang Prayoga

Bobotsari, 18 Mei 2013

About Gilang Prayoga

Kadang detak kehidupan tak sempat terekam Kadang sebuah pemikiran datang dan tak sempat terealisasikan. Hanya sedikit catatan tentang kehidupan

Posted on 18 May 2013, in MENU BARU 1 and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: