Isi Pulsa dan Refleksinya

pojok1

Tentu kita semua adalah salah satu dari sekian milyar orang di dunia yang salah satu kegiatan rutinnya adalah mengisi pulsa untuk handphone kita. Kegiatan pengisian pulsa ini telah menjadi sebuah keharusan dalam hidup sebagai penghubung komunikasi antar manusia di berbagai belahan dunia. Dan tidak heran kita jadi merasa uring-uringan bila nilai saldo pulsa kita terkuras habis. Bukan karena kita memang jenis manusia yang suka ngambek, namun karena dorongan naluriah kita sebagai manusia sosial yang mengharuskan adanya orang lain untuk kita bisa saling berinteraksi. Dan salah satu metode untuk berinteraksi adalah dengan cara isi pulsa anda.

Saya jadi teringat ketika masih duduk di bangku kuliah. Ketika itu sekitar tahun 2003-an, dimana pemegang handphone masih belum sepopuler dan secanggih saat ini. Sebagai mahasiswa yang berkantong pas-pasan, salah satu usaha dalam pengisian pulsa adalah bagaimana menerapkan teori ekonomi “Dengan modal sekecil-kecilnya, mendapatkan laba sebesar-besarnya”. Caranya adalah mengisi pulsa dengan nominal terendah (saat itu sekitar Rp 5000 s/d Rp 10.000 ) untuk di usahakan dengan pemakaian selama-lamanya. Jadi saya mengimplementasikan teori ini dengan memfilter siapa saja yang harus saya balas SMSnya, siapa yang harus terpaksanya di telepon. Namun tidak sampai menggunakan pulsa untuk berinternet ria, karena memang waktu itu Mobile internet belum se-booming sekarang.

Saat ini, tentu cara memperlakukan isi ulang berbeda dengan sepuluh tahun yang lalu. Saat ini, kecenderungan tren penggunaan pulsa sudah mulai bergeser dari yang konvensional sebatas SMS dan telepon saja, dan secara perlahan telah mulai berubah, pulsa dewasa ini lebih cenderung di gunakan sebagai akses data Internet. Dengan di bombardirnya Indonesia dengan Handphone-handphone yang canggih serta murah meriah, secara tidak langsung telah memberikan jalan kematian bagi pesan singkat SMS. Untuk kegiatan telepon-teleponan tampaknya masih akan menunggu beberapa tahun ke depan sebelum di gantikan dengan aplikasi semacam Skype, Line, Kakao Talk dlsb yang memiliki fitur Free call di aplikasi tersebut. Dan hasilnya operator seluler sukses mencatatkan naiknya perolehan pendapatan dari akses data ini.

Di sisi berikutnya, untuk mengimbangi percepatan dinamika dalam kebutuhan pulsa bagi masyarakat luas, maka para penyedia layanan pengisian pulsa juga semakin menawarkan kemudahan-kemudahan dalam melakukan deposit pulsa. Bahkan kita sudah tidak sepayah dahulu kala ketika akan mengisi pulsa. Apalagi di tambah kemudahan-kemudahan dalam isi ulang pulsa sekarang ini. Kita bisa isi ulang pulsa melalui pulsa eletrik yang dibeli dari ATM, voucher, kartu kredit, alfamart, indomaret, dan bahkan bisa melalui dunia maya seperti salah satu layanan di pojok pulsa. . Bahkan sampai yang lebih praktis adalah sms kepada teman atau toko yang menjadi langganan kita untuk mengirimkan pulsa dengan nominal sekian, dan bayarnya belakangan. Begitu mudahnya kita melakukan isi ulang pulsa dan besarnya pangsa pasarnya, sehingga bisnis ini membuka peluang bagi siapapun saja untuk dapat dengan mudah menjadi wirausaha tanpa harus melewati jengahnya teori kewirausahaan di kampus-kampus. Menjadi penjual pulsa lebih aplikatif daripada sekadar belajar teori yang tidak ada lahan prakteknya.

Dan siapapun saja orang kreatif sekarang bisa melakukan bisnis tersebut, yang insya allah laku dan sukses asal di barengi dengan manajemen pengelolaan yang profesional dan asal tidak terlalu gampang memberi bon. isi ulang pulsa adalah telah salah satu metode dan upaya primadona untuk mendapatkan pemasukan tambahan yang lumayan menggiurkan dengan menjadi reseller pulsa elektrik, membuka lapak-lapak voucher, sampai membuat downline bagi member baru untuk mendapatkan bonus-bonus yang menggunung. Peluangnya dan pangsa pelanggannya jelas sangat luas.

Sehingga pepatah ada gula ada semut terbukti. Maka bertebaranlah di manapun saja para penjual isi ulang pulsa. Di toko, di Mall, di emperan jalan, di warung, di pelosok dusun, di tepi pantai dan di manapun dapat dengan mudah kita temukan para penjaja pulsa ini. Dan sangat amat bersyukurnya kita dengan para penjual pulsa ini. Mereka melayani dari berbagai segmen dan level pelanggan. Ada yang segmen kelas tinggi, yang sekali isi ulang bisa sampai puluhan juta, segmen kelas menengah bahkan segmen kelas proletar.

Dan karena saking pentingnya isi pulsa ini dalam kehidupan kita, kita sering hampir tidak sabar apabila sampai kehabisan pulsa dan cepat-cepat untuk kembali mengisinya. Bagi manusia-manusia sibuk, manajer-manajer perkantoran mewah, atau pejabat eselon tingkat atas. Mereka tidak akan menjadikan isi pulsa ini sebuah kegiatan yang menyita waktu mereka, dengan sekali isi ulang dengan nominal pengisian yang cukup besar bisa sampai ke angka ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah.

Berbeda dengan kita-kita yang cuma memiliki kantong pas-pasan, tentu dalam mengisi pulsa harus mempertimbangkan aspek ke-ngiritan alias penghematan sehemat-hematnya. Saking pengen hematnya kita bisa sanggup membeli banyak perdana yang di jual murah-semurahnya. Kita bisa punya lima sampai sepuluh nomor yang berbeda dan beragam jenis operatornya. Kita menjadi terkepung dengan berjuta-juta nomor perdana dan tenggelam di dalamnya. Isi ulang yang begitu praktisnya menjadi tidak praktis lagi ketika kita telah mengoleksi banyak nomor untuk beragam keperluan, namun sering kali niatan untuk mengejar bonus yang menyertakannya.

Dan pertanyaannya, apakah akan semakin sanggup kita mengisi segala jenis kartu yang banyak ada di kantong kita, yang di sisi lain kita masih sering alpa terhadap urutan nomor digitnya.

Postingan ini dalam rangka Lomba Blog Pojok Pulsa:

Mau Pulsa Gratis? Follow: @pojoktweet | Facebook Page Pojok Pulsa | Pojok Pulsa Google Plus Page

About Gilang Prayoga

Kadang detak kehidupan tak sempat terekam Kadang sebuah pemikiran datang dan tak sempat terealisasikan. Hanya sedikit catatan tentang kehidupan

Posted on 9 May 2013, in MENU BARU 1 and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: