Sebuah Tanya?

???#*&%^#^@@!)@(!

Apa yang anda ingat ketika korupsi merajalela di hampir semua elemen instansi kenegaran kita? Apa yang anda pertama pikirkan ketika martabat kenegaraan di hancurkan bukan dari dalam namun di rongrong oleh para pejabat yang kita bayar untuk menegakkan martabat? Apa yang ada dalam otak dan kepala anda ketika menyaksikan keamanan hidup kita semakin tidak ada jaminan? Bagaimana reaksi hati anda ketika menyaksikan ketimpangan yang sudah menjadi Njomplang antara buruh pemerintah dan juragan rakyat? Bagaimana langkah nurani anda melihat ketidakadilan pengadilan, pelecehan harkat manusiaan, kerendahan moral dan etika berbangsa?

Tidak hanya sampai di situ. Kita masih akan di hadapkan dengan ratusan problematika yang menjadi air bah pertanyaan yang berputar dan menggulung-gulung sarap otak kita. Kita masih sanggup mendaftari ribuan kerusakan dan kebobrokan kehidupan kita. Kita masih punya jutaan pertanyaan tentang bagaimana seharusnya yang bernama kehidupan itu.

Kita telah sampai pada zaman, dimana kebusukan tidak dianggap kebusukan. Zaman dimana kekerdilan di anggap kebanggaan. Keangkuhan sebagai alat untuk melakukan penindasan. Kesombongan sebagai komoditas untuk mendiskriminasikan dan meniadakan yang lain. Titik kulminasi kejahilian terulang kembali.

Kita sudah tidak kagum lagi dengan kerendah hatian. Kita sudah tidak merasa malu lagi dengan kenistaan. Kita tidak terpesona dengan dignity kepribadian.  Bahkan kita diam-diam telah sanggup meremehkan keajaiban Tuhan dalam pengelolaan Alam Semesta.

Akan kemana akan engkau bawa pertanyaan-pertanyaan itu. Akan sampai dimana kegelisahan yang menggeliat di hatimu dapat engkau redamkan. Ataukah engkau juga telah diam-diam memiliki naluri kekebalan tentang kegelisahan itu. Namun aku doakan kita semua tidak lantas dianugerahi kebebalan melihat kebobrokan.

Sanggupkah kita setelah ini bersikap dan berlaku menjadi khalifah kehidupan? Seperti apa yang telah di mandatkan dari Tuhan? Ataukah jangan-jangan sudah kita lupakan? Karena memang Tuhan tidak pernah selalu kita libatkan dalam kehidupan.

Sanggupkah kita bertahan menjadi cacing kecil yang tidak punya daya di antara ribuan gurita-gurita pemangsa? Beranikah kita menjadi tidak ikut seperti mereka? Kuatkah kita menghadapi serigala-serigala pemangsa sementara kita tidak punya faslitas apa-apa? Tidak mustahilkah kalau kita malah akan tercaplok zombie keserakahan seperti mereka dan kita akan menjadi zombie yang melebihi ke-zombie-an mereka?

Kekuatan apa yang engkau genggam untuk melawan?! Ataukah hanya engkau pasrahkan kehormatan bangsa ini untuk di rongrong rombongan monyet-monyet rakus.

Akan bersandar kemanakah idealisme dan perjuangan kita pada akhirnya?!

**

Gilang Prayoga

Bobotsari, 10 Maret 2013

About Gilang Prayoga

Kadang detak kehidupan tak sempat terekam Kadang sebuah pemikiran datang dan tak sempat terealisasikan. Hanya sedikit catatan tentang kehidupan

Posted on 10 March 2013, in MENU BARU 1. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: