CRACKING ZONE

BAGAIMANA MEMETAKAN PERUBAHAN

DI ABAD 21 & KELUAR DARI

PERANGKAP COMFORT ZONE

By Prof. Rhenald Kasali, Ph.D

Di Rangkum Oleh :

M. Mujadid, S.TP

Faskab PNPM MPd Integrasi

Kabupaten Purbalingga

INDONESIA BARU ditandai dengan bad news dan good news. Serangkaian bad news itu sudah Anda kenali simtomnya. Rontoknya kepercayaan masyarakat kepada aparat penegak hukum, meluasnya perilaku korup, birokrasi yang lamban, lalu lintas yang amburadul, buruknya infrastruktur, rangkaian peristiwa bencana alam tanpa respon penanganan yang cepat, dan memudarnya sopan santun serta kemampuan berbicara arif di kalangan para pejabat dan tokoh publik. Tetapi marilah kita akui juga keberadaan good news. Ekonomi yang bergerak, gaji guru meningkat empat kali lipat, gairah kewirausahaan, pendapatan per kapita menyentuh US$3.000, maraknya jejaring sosial dengan 180 juta ponsel, menguatnya sistim demokrasi, tumbuhnya kesadaran-kesadaran baru dan kepedulian sosial, serta partisipasi luas masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial-ekonomi.

Karena bad news dan good news sama kuatnya, terjadilah tumbukan antara keduanya. Tumbukan atau tabrakan itu menimbulkan patahan atau suasana paradox, menimbulkan polarisasi antara kelompok “wait and see” dan kelompok crackers yang “see and do”. Antara pesimisme-sinisme dan optimisme-positivisme. Inilah cracking zone yang bisa membuat Anda menjadi crackers atau mati ditelan zaman.

SEBUAH ZONE BARU Bagi orang kota, menikmati kopi di pagi hari sambil membaca koran kini sudah tergantikan dengan menyalakan telepon seluler, dan mambuka Facebook serta Twitter. Sebuah zona baru telah dimasuki, konsep freemium menjadi penentu dalam kompetisi dengan 50,7 juta usaha mikro dan pesatnya kemajuan teknologi dan komunikasi. Inilah Indonesia baru yang mungkin belum Anda kenali.

 

Marilah kita buka pikiran dan jangan tergesa-gesa menganggap sudah tahu hanya karena Anda tinggal di dalamnya. Selamat ber-cracking

PENDAHULUAN

  • Persaingan bisnis yang keras telah membuat para pembisnis harus berputar otak untuk bertindak, dan mencari cara dan jalan untuk mengatasinya.
  • Bisnis yang besar bukan menjadi ukuran keberhasilan untuk mengimbangi persaingan
  • Kemampuan intelektual dan wawasan marketing yang luas, berani action, serta merombak apa yang ada menjadi cela-cela untuk dijadikan peluang guna memenangkan persaingan bisnis yang semakin menggurita.
  • Strategi samudra merah (red ocean) beralih ke strategi samudra biru (blue ocean), seakan-akan masih kurang dan perlu Purple Ocean Strategy, untuk mendapatkan kemenangan yang terbaik. Perubahan telah terjadi dalam landscape bisnis Indonesia beberapa tahun terakhir, yaitu apa yang dilakukan para aktor usaha dan apa yang harus dilakukan untuk menembus dan memecahkan kode-kode The New Zone.
  • Indonesia baru dikelilingi generasi digital dan komunitas-2 jejaring sosial dan jutaan pemuda yang mengubah wajah dunia.
  • Jejaring sosial terus tumbuh dan semakin ramai, dengan pilihan yang lebih terbuka,  namun persaingan yang keras semakin kental. So what next? Wait and See..or taking action?

APA DAN SIAPA CRACKERS ?

  • Crackers, memperbaharui Industri, bukan saja penemu (inventor), melainkan juga pengubah industri yang menimbulkan kehancuran-kehancuran atau retakan-retakan pada kebon-kebon yang menjadi teritori tetangga mereka, namun membentuk peluang-peluang baru bagi industri-industri yang belum dikenal.
  • Perlu kehati-hatian, bila tidak akan hancur dan terkubur dalam retakan yang mereka ciptakan (seperti Ibnu Soetowo, Pertamina).
  • Crackers lahir atau muncul dalam suasana transformal yang menimbulkan banyak perubahan.
  • Jeli melihat peluang dari retakan, mereka menciptakan retakan-retakan baru.
  • Mereka memecahkan kode-kode baru membentuk bingkai peluang (window of opportunity), yang mereka batasi sendiri waktunya dalam durasi yang pendek agar peluang tidak tercecer ke tangan pesaing.

CRACKING ZONE

  • Dilakukan oleh mereka yang melihat celah, seperti namanya, crack berati celah, patahan, letusan, atau retak.
  • Yang mampu melihat , memanfaatkan dan berhasil menerobos celah tersebut,
  • mereka bukan penganut wait and see, yang tidak melihat celah tsb. Sehingga tetap pada zona lama (comfort zone).
  • Mereka terus berinovasi, menciptakan hal-hal baru yang bermanfaat bagi bisnis mereka.

 

GARUDA INDONESIA

  • Menurut Rhenald Kasali,Garuda Indonesia telah mampu melampaui maskapai penerbangan luar negeri.
  • Perubahan ini terjadi, lantaran CEO Garuda, Emirsyah Satar, dinilai mampu merubah wajah industri garuda. “Dan bisa menguntungkan,”
  • Garuda telah menempatkan dirinya menjadi “high-end LCC” (Low Cost Carrier).
  • Akhirnya mencapai keuntungan yang fenomenal, yang sebelumnya merugi.

 

XL DAN CEO HASNUL SUHAIMI

  • Hal serupa juga dilakukan oleh industri telekomunikasi, XL. Provider ini dinilai mampu merombak tatanan persaingan industri telekomunikasi.
  • Provider XL membuat provider lain menurunkan harganya. Revolusi tarif pulsa yang diterapkan XL, menguntungkan masyarakat.
  • Gara-gara perang tarif, masyarakat Indonesia mampu menelepon rata-rata 500 menit di tahun ini.
  • Padahal lima tahun lalu, menurut CEO XL, masyarakat Indonesia menelepon rata-rata 40 menit per bulan.

 

 

 

PREMIUM ECONOMY

  • Paradigma industri telah bergeser menjadi “zero cost / almost zero cost”
  • Low cost Air Lines dan technology beserta entrepreneur- entrepreneur dan investor-investor baru sepanjang 2 tahun belakangan, telah bermuara pada keguncangan-keguncangan besar yang sangat besar.
  • Mereka mengguncang dengan harga yang rendah, sehingga harga jual menjadi rendah.
  • Pandji pun tak segan-segan menampilkan musik rap ‘Bajaklah Lagu Ini’ di depan peserta yang lebih banyak didominasi manusia paruh baya. Sesekali mereka berteriak dan mengangkat kepalan tangan mengikuti instruksi Pandji.
  • Keuntungan yang diperoleh, lagunya banyak yang suka dan dijadikan sebagai nada dering tiap hp

 

BRICK & MORTAR VS SHOPPING ON LINE

  • Era Digital ditandai oleh pemasaran lewat teknologi informasi – internet
  • Gaya hidup masyarakat yang telah berubah, internet dari sekadar pengguna menjadi gaya hidup oleh masyarakat
  • Sepinya Mal, karena beralihnya belanja melewati internet – shopping on line
  • Marks & Spencer, bisnis on line tumbuh 48%, bisnis brick and mortar naik 6,2% tahun 2009
  • Para crackers, menjadikan transisi gaya hidup serba digital sebagai peluang-peluang baru.
  • Crakers melakukan pembaharuan tidak hanya pada institusi atau instansi di tempat mereka berkiprah, namun juga terhadap industri.
  • Para crackers tidak terbatas pada para investor, namun juga pembaru yang menimbulkan rekahan atau retakan pada teritori di sekitar mereka, namun justru membentuk peluang-peluang baru yang belum diketahui sebelumnya.
  • Apa yang menjadi landasan perusahaan akan menjadi maju dan berani bersaing? Peran Leader, lebih-lebih lagi adalah peran para Crackers, seperti dijelaskan berikut:

 

MANAGER AND LEADER

  • Bila Anda ingin perusahaan berjalan tertib perlu manager
  • Dengan manajer perusahaan Anda akan statis. Tdk berkembang,berjalan ditempat
  • Tertinggal dilempeng yang patah, lalu terjerembab
  • Karena manager bekerja dengan sistem idelogi yang sama, menganut wait and see
  • Mengambil keputusan dengan justified yg lengkap. Cenderung lamban, MENGHINDARI RESIKO.
  • Bertindak menunggu perintah

 

LEADER

  • Bila ingin haluan perusahaan berubah, carilah Leader
  • Leader bergerak mengubah haluan, mengajak umatnya keluar dari comfort zone – ke cracking zone, memasuki dunia baru – masuk ke curva kedua
  • Leader pantang mundur, tidak ada kata wait and see,  Namun – See and Do, atau See and Action, …What I want you to do is an Action!!!
  • Menciptakan retakan-retakan baru dan menantang bawahannya dengan gagasan-gagasan baru.
  • Crackers menerima gagasan baru, meski ia punya gagasan baru yang lebih baik.

LEADER AND CRACKERS

  • Cracker bukan sekadar Pemimpin (Leader)
  • Ia berada diatas seorang Leader – itu adalah Cracker
  • Ia tidak sekedar mengubah haluan organisasi untuk melawan kompetitor, ia membongkar industri.
  • Mereka adalah inventor seperti Thomas Alfa Edison, Bill gates, Ilmuwan seperti Copernicus, Isaac New ton, dan Albert Einstein, dll.

 

KATEGORI CRACKERS

  1. Global Craker, yang mengubah landscape dan paradigma global
  2. Regional atau Local Cracker, yang mengubah wajah, peta, dan lanscape industri pada wilayahnya. Mereka terinspirasi dari kejadian pada industri lain atau regional yang berbeda
    1. Hasnul Suhaimi, dari XL dan timnya, yang mengubah wajah industri telekomunikasi Indonesia.
    2. Tri Utomo (almarhum) dengan Aquanya
    3. Sutjipto Sosrodjojo, dengan Teh botolnya

LAGU DAN GAYA ABG

  • Gara-gara lagu berjudul paparazi, yg telah di down-load lebih dari 250 juta orang diseluruh dunia, telah merubah keinginan dari para ABG dalam menata rambutnya di salon terkenal dan termahal, dengan model Gossip girl, Lady gaga, dll. yang mereka dapatkan dari mesin pencari Google.
  • Ini adalah kehidupana gaya baru, gaya hidup para Gen-C atribut bagi komunitas ABG, remaja kelas menengah.
  • Inilah pengaruh teknologi informasi telah merasuk segala kalangan.

THE RISING STAR NORMAN AND GAMAL-AUDREY TAPIHARU

  • G-A, terkenal karena You-Tube. Kemahiran menyanyi dan memainkan alat musik
  • Norman, si polisi, terkenal karena You-Tube
  • Menunjukkan perkembangan teknologi informasi memberi dampak positif kepada yang tahu dan mengenal kegunaannya.

CRACKING ZONE VS COMFORT ZONE

  • Cracking berlangsung sangat cepat dan menerjang semua titik, bagaikan gelombang tsunami atau gunung merapi.
  • Perubahan terjadi secara radikal dan menyeluruh, secepat kilat. Kalau Anda lambat, industri lebih dulu berubah, dan sia-sialah usaha seorang cracker.
  • Crackers mengadaptasi perubahan secara radikal, membongkar comfort zone di dalam dan di luar (industrial comfort zone).
  • Ibarat bermain kartu hanya asyik menunduk memandang kartunya masing-masing. So better Action and take the opportunity.

SEKILAS RED, BLUE AND PURPLE OCEAN STATEGY

  • ROS – adalah kondisi dimana perusahaan bersaing pada pasar yang sama dengan pesaing. Pasar dihuni oleh banyak pelaku bisnis yang saling bersaing dan turut membentuk pasar. Menggunakan salah satu dari strategi cost leadership dan strategi differentiation.
  • BOS – Strategi yang menekankan bagaimana perusahaan untuk tidak memenangkan persaingan dengan cara strategi head to head dgn pesaing. Menggabungkan dua strategi tsb. untuk menciptakan Nilai Besar (Big Value) mengacu pada  low-cost)
  • POS – Merupakan kombinasi  dari ROS dan BOS.  Strategi ini dijalankan dengan mengajak pesaing untuk bersama-sama mengedukasi market baru, biaya ringan.

SADARKAH ANDA bangsa ini telah mengalami perubahan yang sangat besar? Sebagian besar dari kita masih menyangkalnya karena saat perubahan terjadi kita dituntut bekerja lebih keras, lebih panjang dan lebih cerdas. Capek, menakutkan, dan merisaukan.

Perubahan ini membuat sebagian besar dari kita tidak siap. Diramalkan 90% dari perusahan-perusahaan yang sekarang eksis akan hilang dalam 10 tahun ke depan. Medan yang dilewati penuh jebakan: cracking. Terputus-putus membentuk jurang-jurang yang dalam.

Sementara itu, para crackers menari-nari di kebun Anda.

Apa yang harus Anda Lakukan ?

THANK YOU/MATUR NUWUN/TERIMA KASIH

About Gilang Prayoga

Kadang detak kehidupan tak sempat terekam Kadang sebuah pemikiran datang dan tak sempat terealisasikan. Hanya sedikit catatan tentang kehidupan

Posted on 15 January 2013, in Preview n Review and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: