Monthly Archives: January 2013

Novus Ordo Seclorum – Tatanan Dunia Baru

imagesNovus Ordo Seclorum merupakan bahasa latin yang berarti Tatanan Dunia Baru. Charles Thomson, penggagas simbol-simbol zionis, meletakkan rancangan ini dalam cetakan uang satu dolar Amerika Serikat, satu-satunya uang kartal yang beredar di muka bumi yang gambarnya tidak pernah berubah sampai sekarang. Rancangan makar kaum zionis dipetakan di sana, dan diberi nama The Great Seal “Tanda Yang Agung”.

Saat ini sebuah sistem global sudah terbentuk, dibangunkan berdasarkan doktrin yang disusupkan secara bertahap di segala lini kehidupan kita. Mereka menyebarkan paham-paham Marxis, Fasis, dan Okultis, memperkenalkan simbol-simbol pagan di kalangan muda melalui propaganda musik dan film. Mereka mengembangkan virus mematikan untuk menyebarkan pendemi dan gejolak sosial. Mereka mengobarkan perang, melakukan penguasaan sektor keuangan dan ekonomi, menciptakan teknologi digital untuk menguasai masyarakat dan membentuk undang-undang yang berorientasi terhadap perbudakan global. Read the rest of this entry

RACUN TERSELUBUNG ITU BERNAMA “FASILITAS”

einstein-quote-fear-generation-of-idiotsKecenderungan kita sebagai manusia ini terkadang adalah mengejar sesuatu yang kita anggap sebagai sebuah kenikmatan. Kenikmatan itu umumnya yang berlaku adalah mempunyai fasilitas-fasilitas tertentu yang memudahkan hidup kita.

Berbagai cara dan upaya kita lakukan untuk mengejar yang bernama Fasilitas. Kita bekerja siang dan malam adalah sebuah dorongan agar kita memiliki fasilitas-fasilitas yang kita inginkan.

Dan rekayasa teknologi mutakhir saat ini, semuanya adalah penyedian fasilitas-fasilitas yang di “inginkan” oleh manusia. Saya sebut “di inginkan” karena memang banyak hal fasilitas itu di ciptakan bukan untuk memenuhi kebutuhan primer manusia, namun lebih banyak adalah untuk memenuhi “keinginan kita”. Dorongan-dorongan itu di pengaruhi dari iklan-iklan di televisi, dari tampilan produk yang menggoda hati, dari kecenderungan untuk pamer dan “gengsi”. Kita melangkahkan kaki ke toko-toko swalayan, supermarket, ke pasar dlsb, sejatinya bukanlah mengikuti kebutuhan kita namun di picu oleh dorongan keinginan kita. Read the rest of this entry

Kumpulan BBM dari Cak Nun

IMG01011-20110819-0018

Tulisan ini merupakan beberapa bagian dari dialog saya dengan Cak Nun / Emha Ainun Nadjib melalui Blackberry Messenger (BBM) yang mungkin saya pandang perlu di bagikan kepada teman-teman karena pesan yang di sampaikan Cak Nun sangat universal dan menjadi bagian dari diri kita semua. Beberapa pesan sudah saya edit dengan memperhatikan tanda baca, huruf namun tidak mengurangi esensi pesan yang di sampaikan. Apa yang di tulis disini semoga juga dapat memberi kemanfaatan bagi anda semua……

 ——————————————————————-

G         : Alhamdulilah cak…sudah d approve…semoga menjadi barokah. Amin. Doa kami Cak Nun selalu di beri kesehatan dan selalu dalam lindungan da bimbingan Allah. Amin. Amin ya robal alamin.

            (12/26/2011) jam 04.07

CN   : Alhamdulilahi robbal alamin. Terima kasih atas doanya, juga terima kasih dari semua yang berada di gelombang itu.

        (12/26/2011) jam 04.09

CN     : Innalilahi wainna ilahi rajiun. Telah meninggal dunia Bapak Antonius Welirang ayahanda dari pak Franky Welirang, kamis 29 des 2011 jam 19.30 waktu singapore di Mt Elizabeth Hospital. Ucapan belasungkawa mohon di sampaikan langsung ke +6216882***. Wass

          (12/292011) jam 19.57

G         : Assalamualaikum cak..mohon doa dan juga mohon bimbingan agar membuat hati ini yang sedang cemas dapat tenang…mohon wirid apa yang bisa di lafalkan untuk agar bisa menghadapi dunia ini dengan tenang dan jernih. Terima kasih. Wassalamualaikum wr. Wb

CN     : Menguras isi keduniaan dari dalam jiwa, diisi dengan sebanyak-banyaknya ingatan kepada Allah. Dunia di letakkan di tangan, sebagian di fikiran.

G         : Ketika saya harus berhadapan dengan lingkungan yang korup cak…lingkungan yang menekan untuk saya ikut dalam lingkaran korupnya…di sisi lain saya tdk bisa meninggalkan pekerjaan saya. Hal apa yang mungkin saya bisa lakukan ketika menghadapi seperti itu. Insyallah saya akan tetap istiqomah untuk bertahan dan menolak untuk ikut dalam lingkaran korup dan serakah itu. Namun konsekuensinya adalah saya merasa tidak nyaman di kantor saya..mohon tambahan doa cak..

CN     :  Segala ketidaknyamanan di niati sebagai bagian dari proses triqat pribadi lillahi ta’ala dalam kesunyian khalwat di tengah keriuhan kantor, insyaallah akan berubah menjadi kemudahan hidup, anugerah rizqi dan solusi-solusi, bahkan berlaku hingga anak cucu.

G         : Nggih Cak terima kasih…saya akan niati ini jadi proses thariqat lillahi ta’ala…Dan akan saya wiridkan doanya Rasullah Muhammad seperti yang CN sering sampaikan. Semoga akan menguatkan proses perjalanan ini…amin…amin…

CN     : Belum tentu 1 orang di antara 1 juta orang snaggup beristiqomah, maka raihlah keistimewaan 1 dan tinggalkan ketidakistimewaan sejuta.

 Pada suatu kesempatan CN mengirimkan broadcast sebuah video yang teman-teman dapat liat di link ini : http://www.youtube.com/watch?v=j_O2J3rNTRY dengan judul Satu Rahmat: Azan Berkumandang di Gereja .

CN      : Ha.ha…kita gajah penyeberang lautan kagum kepada katak penyeberang parit. Harus orang barat dulu baru ‘sah’.

G         : Mbah Nun..Kalau dajjal itulah yang seluruhnya menguasai hidup ekonomi kita,,,apakah bisa kita tidak patuh?? Titik koordinat untuk mengkompromikan hal-hal yang di patuhi atau tidak kadarnya seberapa?

CN      : Saya tidak patuh. Pertama kretivitas dan ketepatan niat. Kedua, kejahatan yang menyentuh kita barokahkan. Ketiga, Allah tidak mempersalahkan apapun keadaan hambaNya yang berposisi darurat dan tidak berdaya…

CRACKING ZONE

BAGAIMANA MEMETAKAN PERUBAHAN

DI ABAD 21 & KELUAR DARI

PERANGKAP COMFORT ZONE

By Prof. Rhenald Kasali, Ph.D

Di Rangkum Oleh :

M. Mujadid, S.TP

Faskab PNPM MPd Integrasi

Kabupaten Purbalingga

INDONESIA BARU ditandai dengan bad news dan good news. Serangkaian bad news itu sudah Anda kenali simtomnya. Rontoknya kepercayaan masyarakat kepada aparat penegak hukum, meluasnya perilaku korup, birokrasi yang lamban, lalu lintas yang amburadul, buruknya infrastruktur, rangkaian peristiwa bencana alam tanpa respon penanganan yang cepat, dan memudarnya sopan santun serta kemampuan berbicara arif di kalangan para pejabat dan tokoh publik. Tetapi marilah kita akui juga keberadaan good news. Ekonomi yang bergerak, gaji guru meningkat empat kali lipat, gairah kewirausahaan, pendapatan per kapita menyentuh US$3.000, maraknya jejaring sosial dengan 180 juta ponsel, menguatnya sistim demokrasi, tumbuhnya kesadaran-kesadaran baru dan kepedulian sosial, serta partisipasi luas masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial-ekonomi.

Karena bad news dan good news sama kuatnya, terjadilah tumbukan antara keduanya. Tumbukan atau tabrakan itu menimbulkan patahan atau suasana paradox, menimbulkan polarisasi antara kelompok “wait and see” dan kelompok crackers yang “see and do”. Antara pesimisme-sinisme dan optimisme-positivisme. Inilah cracking zone yang bisa membuat Anda menjadi crackers atau mati ditelan zaman.

SEBUAH ZONE BARU Bagi orang kota, menikmati kopi di pagi hari sambil membaca koran kini sudah tergantikan dengan menyalakan telepon seluler, dan mambuka Facebook serta Twitter. Sebuah zona baru telah dimasuki, konsep freemium menjadi penentu dalam kompetisi dengan 50,7 juta usaha mikro dan pesatnya kemajuan teknologi dan komunikasi. Inilah Indonesia baru yang mungkin belum Anda kenali.

 

Marilah kita buka pikiran dan jangan tergesa-gesa menganggap sudah tahu hanya karena Anda tinggal di dalamnya. Selamat ber-crackingRead the rest of this entry