Manusia Maiyah = Manusia Masa Depan

Kemarin siang saat saya menyantap makan di sebuah warung di pojokan yang menyediakan televisi lebar tak sengaja saya melihat sebuah iklan produk makanan realgood. Tidak ada yang istimewa sebenarnya dari sebuah iklan tersebut yang memang di konsep untuk menarik konsumen untuk menjajal produk mereka. Hanya yang menarik dari iklan tesebut adalah jingle yang dipilih serta tagline nya “Nyot….”

Saya menjadi teringat beberapa masa silam ketika masih rutin beracara di Gambang Syafaat Semarang yang di ampu oleh Emha Ainun Nadjib. Dalam forum pencerahan keilmuan tersebut merupakan acara yang sangat liberal, ultra demokratis yang dihadiri dari semua unsur masyarakat dari tukang becak, tukang ojek, mahasiswa, santri, aktivis, dosen, pejabat daerah, bahkan dari golongan agama lain serta bermacam jenis manusia lain. Dalam acara tersebut menjadi sebuah sinergi yang indah, karena merupakan forum egaliter, menghormati sesama manusia, dan tetap fokus kepada Rasullah dan Muhammad. Dalam sela-sela diskusi, beberapa acara acapkali di isi oleh para seniman-seniman yang menghibur para jama’ah untuk menyegarkan suasana setelah khusyuk berdiskusi.

Salah satu yang pernah menjadi pengisi adalah Plompong Bakpaw. Seniman pengamen dari Klaten, yang berkeliling menghibur masyarakat menggunakan alat musik kotak bambu. Kotak bambu yang di bunyikan oleh Cak Plompong sedemikian unik karena mengandung komposisi gendang dan notasi nada. Sehingga dengan hanya dengan sebuah alat musik itu, lagu-lagu indah dapat di dendangkan dengan sangat menghibur.

Salah satu lagu yang sering di perdengarkan kepada Jamaah Maiyah adalah jempol di kenyot nyot itu. Dan tidak pernah tidak para jamaah selalu terbahak-bahak dengan penampilan dan gubahan lirik yang lucu.

Saya beruntung pernah bersahabat langsung dengan Cak Plompong, dan kami sering berkirim kabar via sms dan telepon. Bagaimana dia berusaha menembus dapur rekaman di Jakarta untuk mengedarkan lagu-lagunya secara profesional. Bagaimana kesulitan yang menghadangnya dan pengalaman-pengalaman sebagai pengamen jalanan. Sosok yang rendah hati, mempunyai semangat juang tinggi, dan memiliki cita rasa khas seniman yang unik. Terakhir saya bertemu beliau setelah bermaiyahan di Ambarawa. Jauh sebelum sampai lagu beliau menjadi jingle produk iklan makanan realgood

Sebelum Cak Plompong, ada Mbah Surip yang telah menghibur jamaah Kenduri Cinta Jakarta, bahkan jauh sebelum dia menjadi sangat terkenal dengan lagunya Tak Gendong. Mbah Surip menjadi sosok yang fenomenal di blantika musik Indonesia. Seluruh artis hormat dan kagum dengan sosok Mbah Surip, dan bahkan Presiden SBY pun menyempatkan hadir pada saat prosesi pemakaman beliau. Mbah surip begitu di junjung, di elu-elukan di tengah kebudayan industri modern. Mereka kaget dan kagum dengan penampilan yang eksentrik dan jujur serta sederhana.

Contoh lain adalah Hadad Alwi, yang sebelum terkenal telah terlebih dahulu ikut dalam acara-acara Emha Ainun Nadjib. Selain tokoh tersebut masih banyak tokoh publik yang bersentuhan dengan maiyah.

Manusia Masa Depan

Dahulu acara televisi hanya kenal dengan sinetron dan telenovela. Konsep melingkar dan egaliter tidak pernah di kenal dalam pertunjukan apapun dalam acara-acara televisi kita lebih dari satu dasawarsa. Dan baru akhir-akhir ini saja konsep tersebut di adopsi oleh industri. Bagi jamaah Maiyah, tidak kaget dan terkagum-kagum melihat acara TV seperti Kick Andy, Indonesia Lawyer Club, Diskusi Metro TV, Opera Van Java (OVJ), Siraman Rohani, Indonesia Damai dlsb.

Emha Ainun Nadjib dalam ceramahnya pernah menyampaikan bahwa maiyah adalah konsep masa depan yang tidak mungkin lahir oleh fenomena Industri kapitalistik seperti saat ini. Industri saat ini telah dengan sukses menyelenggarakan dehumanisasi, kemunduran moral dan

Dalam maiyah, di tanamkan nilai-nilai kesejatian hidup yang di selilingi dengan guyonan-guyonan segar. Semua lapisan masyarakat duduk melingkar bersama tidak ada rendah tidak ada tinggi, berdempet-dempetan dengan kondisi yang tidak cukup baik namun anehnya mampu duduk bertahan dari jam 8 malam sampai jam 4 pagi. Entah energi apa yang membuat para hadirin betah?

Pencarian mereka akan kesejatian hidup, spiritual, ketulusan persaudaraan, kenikmatan berjuang, suasana yang egaliter, cair, penuh canda, dan kecintaan kepada Allah dan Rasullah merupakan magnet yang membuat mereka betah duduk berjam-jam. Yang mereka tidak mendapatkannya di acara yang lain.

Dalam maiyah segala ilmu, wisdom, dengan tema tema politik, sosial, budaya, agama di bahas dengan lugas dan memberikan pencerahan. Tidak seperti yang sekarang ini, hanya melulu di isi oleh khotbah Surga dan Neraka. Sehingga doktrinasi oleh para ulama itu membuat kehampaan spiritual bagi para umat untuk berpaling kepada alternatif lain untuk mendapatkan jawaban yang solutif atas permasalahan-permasalahan hidup mereka. Maiyah tidak ada doktrinisasi, yang ada adalah bersama-sama berendah hati untuk menguak rahasia langit untuk di jadikan ilmu bersama. Sehingga struktur mental dan fungsi-fungsi otak yang dahulu mampet oleh informasi teknologi, pendidikan, politik, korupsi, kecurangan-kecurangan perlahan lahan telah menemukan keseimbangan sesuai dengan konsep khalifah seperti yang di mandatkan Tuhan.

Begitupun fenomena Mbah Surip dan Cak Plompong dan lain sebagainya. Jamaah Maiyah terlebih dahulu mengenal, bersabahat dan bersaudara. Ketika mata Indonesia terbelalak dan terkagum-kagum, sesungguhnya itu juga adalah bagian dari masa depan manusia maiyah untuk menjadi manusia masa depan Indonesia.

Gilang Prayoga

Bobotsari, 14 Juni 2012

12:52 WIB

About Gilang Prayoga

Kadang detak kehidupan tak sempat terekam Kadang sebuah pemikiran datang dan tak sempat terealisasikan. Hanya sedikit catatan tentang kehidupan

Posted on 17 June 2012, in Kolom Esai, Maiyah and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: