Monthly Archives: Juni 2012

Manusia Maiyah = Manusia Masa Depan

Kemarin siang saat saya menyantap makan di sebuah warung di pojokan yang menyediakan televisi lebar tak sengaja saya melihat sebuah iklan produk makanan realgood. Tidak ada yang istimewa sebenarnya dari sebuah iklan tersebut yang memang di konsep untuk menarik konsumen untuk menjajal produk mereka. Hanya yang menarik dari iklan tesebut adalah jingle yang dipilih serta tagline nya “Nyot….”

Saya menjadi teringat beberapa masa silam ketika masih rutin beracara di Gambang Syafaat Semarang yang di ampu oleh Emha Ainun Nadjib. Dalam forum pencerahan keilmuan tersebut merupakan acara yang sangat liberal, ultra demokratis yang dihadiri dari semua unsur masyarakat dari tukang becak, tukang ojek, mahasiswa, santri, aktivis, dosen, pejabat daerah, bahkan dari golongan agama lain serta bermacam jenis manusia lain. Dalam acara tersebut menjadi sebuah sinergi yang indah, karena merupakan forum egaliter, menghormati sesama manusia, dan tetap fokus kepada Rasullah dan Muhammad. Dalam sela-sela diskusi, beberapa acara acapkali di isi oleh para seniman-seniman yang menghibur para jama’ah untuk menyegarkan suasana setelah khusyuk berdiskusi. Read the rest of this entry

Iklan

JANGAN MEMBERI ANAKMU NASI YANG TIDAK PASTI HALAL

Teman-teman Delta sekalian

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Para ulama para habib para ustads selalu memperingatkan eh, jangan kasih anakmu sesuap nasi yang tidak pasti halal. Selalu memperingatkan selalu hitunglah itu nasi di piring  tempat makanmu itu air yang diminum oleh anakmu. Selalu perhitungkan jangan sampai ada satu anasir haram yang masuk melalui mulut dia kedalam perut dia, diolah oleh usus, kemudian diurai menjadi zat-zat, menjadi protein, menjadi lemak menjadi segala macam dan kemudian masuk ke dalam darah. Dan dia mengalir, kemudian darah itu akan menentukan denyut jantungmu, akan menentukan seluruh kerjanya urat syaraf sampai ke otakmu, akan menentukan dialektikanya dengan segala macam getaran elektromagnetik di kepalamu, akan menentukan suplainya ke otak kiri ke otak kanan dan lain sebagainya lain sebagainya.

Sehingga kalau ada satu unsur haram dari makanan yang dimakan oleh anakmu maka dia akan menciptakan mudharat-mudaharat secara akumulutif dan tidak bisa di hitung oleh ilmu manusia. Ini kalau, kalau di turutin ya Allah, susah banget, apa namanya, untuk bisa bener-bener makan sesuatu yang halal. Maka mungkin itu sebabnya Tuhan maha pemaaf, karena manusia tidak akan punya ilmu sampai sedetail itu. Kita bisanya itu ya hanya satu tahap, satu petak. Jadi misalnya kalau beli apa-apa di warung, warungnya jelas menjamin halal ya sudah itu yang kita beli. Kita tidak bisa di kejar di belakang warung ini bagaimana asal-usulnya, kan begitu.

Jadi bekal kita saya kira, kalau hanya pakai ilmu dan penelitian untuk mengetahui sesuatu itu halal apa haram, kan tidak mampu kita. Maka bekal kita yang terbaik dalam hidup ini adalah istighfar. Slalu memohon ampun kepada Allah, sehingga mudah-mudahan kalau tak sengaja ada makanan haram masuk ke dalam mulut kita meskipun kita tidak mencurinya, tapi ternyata yang kita beli itu barang curian misalnya, sehingga kita sebenarnya menjadi tukang tadah. Itu masih ada netralisatornya, masih ada eliminatornya yaitu ampunan Allah. Dan untuk mendapatkan ampunan Allah itu, jalannya cuman satu yaitu membiasakan memohon ampun. Ya kalau orang islam selalu ber-istighfar, Astagfirullah aladhim, Astagfirullah rabbal baroya, Astagfirullah minal khotoya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….

Emha Ainun Nadjib

Untuk Delta FM

E-KTP dan Agenda Grand Design Dunia

E-KTP atau Elektronic-Kartu Tanda Penduduk merupakan Kartu Tanda Penduduk yang di buat secara elektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaan berfungsi secara komputerisasi. e-KTP didesain dengan metode autentikasi dan pengamanan data tinggi. Hal ini dapat dicapai dengan menanamkan chip di dalam kartu yang memiliki kemampuan autentikasi, enkripsi dan tanda tangan digital.

Tentu yang mengusik nurani kita adalah bahwa e-KTP sangat bersinggungan dengan privasi kita. Dengan adanya chip di dalam e-KTP, tiap warga Negara bisa diawasi begitu ketat, baik keberadaannya maupun gerak-geriknya. Terlebih kini sudah lahir UU Intelijen sebagai otoritas penguat untuk mengintai daya kritisme masyarakat.

Tentu kita harus sadar, selain terkait masalah kependudukan, penerapan e-KTP tidak terlepas dari isu terorisme yang melanda bangsa ini. Bayangkan dalam tahap pembuatan e-KTP, tiap warga negara harus melalui proses berlapis.

Selain difoto, kita juga harus membubuhkan tanda tangan secara digital, mencap sidik jari (10 jari), memverifikasi sidik jari, dan terakhir kita juga diharuskan melakukan verifikasi tanda tangan digital. Bahkan selain itu, tiap pembuat e-KTP diharuskan melakukan perekaman iris mata. Tentu kita bertanya-tanya apa maksud dari ini semua. Dan kita tidak tahu fungsi sejati dari sebuah ‘perekaman iris mata’. Mari kita berdoa, semoga kita terlindung dari motif yang tidak-tidak.

Tanpa bermaksud melakukan generalisasi secara menyeluruh, namun salah satu yang mengusik pikiran saya selama ini ialan kemiripan e-KTP beserta chip di dalamnya dengan program The RFID Chip 666 sebagai alat kontrol zionisme yang dimasukkan ke dalam permukaan kulit manusia. (Silahkan anda lihat videonya di http://www.youtube.com/watch?v=QA5ng9EN0DA)

Dasar pengembangan RFID untuk manusia adalah sebuah sistem yang disebut SmartCard yang memiliki microchip lithium yang berfungsi membaca data riwayat seseorang yang berhubungan secara elektronik ke pusat data pemerintah seperti informasi kesehatan, data pajak, dan jumlah tabungan serta identitas pribadi lainnya

Tujuannya sederhana, Zionis ingin melakukan kontrolisasi dan pendataan pergerakan manusia-manusia yang telah mereka incar. Dengan dimasukkannya chip ke dalam tubuh manusia, hal itu akan memudahkan mereka untuk memastikan target yang mereka incar berada dalam sebuah pengawasan “Sang mata satu”. Read the rest of this entry