Monthly Archives: Oktober 2011

TUGAS RESUME BUKU MANAJEMEN

Nama Buku                 : Manajemen Supervisi / Petunjuk Praktis Bagi Para Supervisor

Penulis                                    : Agus Dharma

Penerbit                       : PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta

Intisari :

Perananan seorang supervisor sebagai bagian dari manajemen perusahaa memainkan peran penting dalam upaya peningkatatan produktivitas. Menjadi supervisor berarti menduduki jabatan dengan tangggung jawab dan pekerjaan yang berat dan sekaligus menantang. Para supervisor bertanggungjawab atas pekerjaan orang lain dan pekerjaannya sendiri. Mereka harus memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan bertindak.

Bab satu mengetengahkan hal-hal yang perlu diketahui para manajer supervise (supervisor) untuk memahami kedudukan dan pekerjaan mereka, prinsip-prinsip dasar supervise dan keterampilan yang perlu dimilki. Para manajer dikelompokkan dalam tingkat manajemen yang berbeda dan berurusan dengan masalah yang tidak sama. Supervisor memiliki dua tugas : pertama adalah tugas yang melibatkan mereka dalam pelaksanaan langsung suatu pekerjaan dan kedua, tugas yang melibatkan supervisor dalam mengkoordinasikan pekerjaan yang dilakukan bawahan. Untuk melaksanakan tugas itu dengan baik, supervisor memerlukan dua jenis ketrampilan, yaitu ketrampila teknis dan keterampilan interaksi.

Bab dua mengetengahkan cara yang dapat ditempuh para supervisor untuk meningkatkan kemampuan menyusun rencana. Penyusuna rencana (perencanaan) mengungkapkan cara untuk mencapai tujuan. Dengan rencana yang baik, seorang supervisor dapat mengarahakn dan mengendalikan pelaksanaan pekerajaan secara lebih efisien dan efektif. Proses perencanaan yang baik meliputi pelaksanaan langkah-langkah berikut: mengidentifikasi tujuan umum, menetapkan sasaran, menyusun rencana pelaksanaan, menetapkan spesifikasi standar pengendalian dan meninjau ulang rencana pelaksanaan. Para supervisor perlu menyadari bahwa tanpa rencana yang baik, segala sesuatunya terjadi karena faktor kebetulan semata. Read the rest of this entry

Iklan

Antara Profesi dan dedikasi


Kadangkala kita sebagai warga negara biasa yang tidak mempunyai jabatan dan pemangku kepentingan di sebuah lembaga instansi yang bonafide, atau katakanlah tidak menjadi bagian dalam sebuah struktur pemerintahan di negeri ini seringkali mengungkapkan nada-nada minor tentang pegawai negara atau lazimnya yang kita sebut sebagai pegawai negeri sipil. Kita seringkali iri begitu melihat hal-hal yang menyangkut kesejahteraan untuk para PNS tersebut. Kerja sudah enak, berangkat bisa jam berapa saja, mau masuk atau tidak juga tidak masalah, sampai kantor tidak tahu apa yang mau di kerjain sehingga seringnya hanya duduk ngobrol, merokok bas-bus, minum teh dan makan minum d warung sampai lepas tengah hari dan setelah itu bisa pulang dan menikmati keharmonisan di keluarga atau meneruskan berbelanja d mall.
Kalau kita orang awan atau orang Non-PNS menderet ke-enakan manjadi PNS, akan banyak sekali daftar yang kita temukan. Namun apabila sebaliknya kita mendaftari ke-susahannya menjadi PNS, sedikit sekali yang kita temukan, atau bahkan tidak menemukan sama sekali. Karena catatan-catatan kita seringkali masih d susupi dengan iri dengki dan ingin mencari keburukan orang. Hmm..kata orang, sudah manusiawi.
Namun, cerita dari seorang sahabat di negeri seberang ternyata malah berbanding terbalik dari analisa umum masyarakat tentang PNS. Dia sosok seorang pekerja yang brillian, cerdas dan berdedikasi. Dia pandai melakukan analisa perencanaan, pintar dalam statistika, memiliki pemahaman akuntansi dan perbankan yang bagus, dan juga mempunyai keahlian sebagai seorang supervisor yang handal. Read the rest of this entry