Prie GS : Keajaiban Ke Delapan dan Seterusnya

Makin hari, jumlah keajaiban dunia tidak cuma berhenti sebagai tujuh tetapi juga telah menjadi delapan, sembilan, sepuluh dan seterusnya. Jumlah itu malah akan menjadi tak terhingga,  jika di dalamnya boleh dimaksukkan tidak cuma keajaiban benda-benda tetapi juga keajaiban kejadian. Bahkan kejadian yang sering diasumsikan remeh dan sederhana dalam hidup kita sehari-hari. Misalnya seperti kejadian yang saya alami di suatu kali ini.

Saat itu motor yang saya naiki salah berhenti. Kaki kanan saya yang sedianya menjadi tumpuan, tidak benar-benar tepat berpijak di atas tanah melainkan lubang got yang dalam dengan tepi-tepinya adalah bebatuan tajam. Jika saya terus terjatuh yang akan terjadi sudah terbayangkan. Kaki saya akan terus melesak menuju dasar got. Jatuh dengan menyangga tubuh sendiri saja sudah persoalan serius, apalagi dengan kejatuhan motor sebagai tambahan.

Kaki saya sudah setengah melayang dan kejatuhan yang kejam itu telah saya bayangkan. Tetapi sebelum saya benar-benar jatuh,  sebuah tangan kekar menahan motor saya dan mengembalikannya ke posisi aman. Untuk  sejenak saya kehilangan kesadaran karena dasar got yang curam itu masih terbayang. Yang saya rasakan hanyalah keheranan kenapa posisi saya tiba-tiba tertahan dan kembali ke tempat aman.

Saya mengucapkan terimakasih yang tak terkatakan kepada pemilik tangan kekar itu sampai sekarang. Bibir got tempat saya hendak jatuh itu pasti posisi yang tidak saya pilih dan tidak bisa saya hindari. Tepat di situlah  saya harus terjatuh. Tetapi tepat di tempat itulah berdiri tetangga saya dengan tangan kekarnya, dalam posisi yang tepat, dalama keadaan siaga pula.

Kalaupun ia ada di sana, tetapi tangannya tidak kekar, bisa jadi kami berdua akan jatuh bersama. Jikapun tangannnya kekar, tetapi ketika posisinya keliru, ia pasti akan gagal menjangkau saya. Jikapun posisinya tepat, tetapi ia tidak melihat kejatuhan saya, juga percuma. Jika pun melihat dalam  posisi yang tepat tetapi tidak berniat menolong, juga tak banyak artinya. Ia berada di posisi yang tepat, bersiaga, bertangan kekar, berniat menolong sekaligus membuat keputusan yang tepat pada waktunya. Ini sungguh keajaiban yang tidak sederhana. Ia tak kalah menakjubkan dibanding dengan Borobudur dan air terjun Niagara.

Padahal tak terbilang jumlah keajaiban semacam itu di  dalam  hidup kita. Kita menyebutnya sebagai kebetulan dan keajaiban kecil. Tidak. Ia bukan kebetulan, tetapi skenario yang menakjubkan. Ia bukan keajaiban kecil tetapi sebuah kebesaran yang tak terbantahkan. Ia tepat, cepat dan presisi. Ini adalah peristiwa metematika, fisika dan mekanika tingkat tinggi. Butuh pengukuran  sudut, penyesuaian gaya, perhitunagn jarak, kecepatan dan penyesuian energi. Dan  semua kerumitan hitung-hitungan itu tidak berlangsung dalam waktu yang lama. Ia harus jauh lebih cepat dari rencana kejatuhan saya yang batal itu. Percuma seluruh hitungan itu diketemukan jika saya sudah  berada di dasar got.

Sungguh tak terbilang keajaiban sehari-hari semacam itu dalam hidup kita. Ia adalah bukti yang menakjubkan kasih sayang hidup yang jika kepadanya semuanya telah kita percayakan, tidak perlu ada yang dicemaskan. (Prie GS)

About Gilang Prayoga

Kadang detak kehidupan tak sempat terekam Kadang sebuah pemikiran datang dan tak sempat terealisasikan. Hanya sedikit catatan tentang kehidupan

Posted on 8 June 2011, in Kolom Esai. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. life it self is a miracle…..it’s good to be life, so let love and appreciate it….. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: